Bab 2

BAB 2

Hidup Perkembangan Makhluk

 A. Perkembangbiakan pada manusia

1.      Pertumbuhan dan perkembangan manusia di dalam rahim

Pertumbuhan dan perkembangan manusia di dalam rahim dimulai ketika terjadi penggabungan antara sel sperma dan sel telur. Bergabungnya sel sperma dan sel telur akan membentukzigot. Proses tersebut dinamakan dengan proses pembuahan atau fertilisasi. Setelah terjadi pembuahan,

zigot akan terus membelah dan membentuk embrio. Setelah 120 jam dari pembelahan, embrio akan menempel di dinding rahim ibu. Proses penempelan ini disebut implantasi. Embrio tumbuh menjadi janin dan mulai mendapatkan makanan dan oksigen. Makanan dan oksigen diperoleh dari ibu.

2.      Pertumbuhan dan perkembangan di luar rahim

Elizabeth Hurlock, seorang ahli psikologi perkembangan, membaginya ke dalam empat tahapan. Tahapannya sebagai berikut :

a. Tahap orok, mulai lahir sampai usia dua minggu.

b. Tahap bayi, mulai usia dua minggu sampai usia dua tahun.

c. Tahap kanak-kanak, mulai usia dua tahun sampai masa pubertas(11 tahun)

d. Tahap remaja atau pubertas, mulai usia 11 tahun sampai 21 tahun.

3.      Pubertas pada anak laki-laki dan perempuan

a.      Pubertas pada anak laki-laki

  • Tumbuhnya tulang yang menonjol di tengah-tengah leher. Tulang ini disebut jakun. Tumbuhnya jakun ini disertai dengan membesarnya suara.
  • Tumbuhnya rambut-rambut di beberapa bagian tubuh, antara lain kumis, janggut, rambut diketiak, dan rambut di sekitar alat kelamin
  • Dada akan lebih membidang.
  • Alat perkembangbiakan laki-laki pun (testis) mulai aktif dalam menghasilkan sperma.
  • Perubahan psikologis yang terjadi adalah mulai tertariknya pada lawan jenis
  • b.      Pubertas pada anak perempuan
  • Tumbuhnya payudara .
  • Pinggul melebar sehingga bentuk tubuh punakan lebih melekuk.
  • Tumbuhnya rambut diketiak dan disekitar alat kelamin.
  • Alat perkembangbiakan mulai berfungsi ditandai dengan    menstruasi adalah keluarnya darah dari kelamin perempuan.

 

  1. B.    Perkembangbiakan pada Hewan
    1. 1.      Perkembangbiakan secara kawin (generatif)

Perkembangbiakan secara kawin terjadi karena adanya pembuahan sel telur oleh sel sperma.

Perkembangbiakan secara kawin pada hewan dibedakan menjadi tiga, yaitu :

  1. a.      Hewan yang Berkembang Biak dengan Bertelur (Ovipar)

Pada hewan bertelur, pertumbuhan dan perkembangan embrio terjadi diluar tubuh induknya. Embrio itu dibungkus dan dilindungi oleh cangkang. Jika embrio telah tumbuh sempurna, telur akan menetas dan keluarlah individu baru. Hewan yang berkembang biak secara bertelur disebut ovipar. Ayam dan burung merupakan contoh hewan bertelur. Contoh hewan reptil yang bertelur ialah penyu.

 

  1. b.      Hewan yang Berkembang Biak dengan Melahirkan (Vivipar)

Pada hewan yang melahirkan anak, sel telur dibuahi oleh sperma di dalam tubuh induknya. Pertumbuhan dan perkembangan embrio terjadi di dalam tubuh induknya. Embrio akan berada di dalam tubuh induknya sampai waktunya dilahirkan. Hewan yang berkembang biak secara melahirkan disebut vivipar. Contohnya, sapi, kucing, kambing, dan singa.

 

  1. c.       Hewan yang Berkembang Biak dengan Bertelur-Melahirkan (Ovovivipar)

Ovovivipar adalah hewan yang bertelur dan melahirkan. Pada hewan tersebut, setelah terjadi pembuahan, telur terus berkembang di dalam tubuh induk. Makanan yang dibutuhkan embrio tidak berasal dari induk. Akan tetapi, makanan berasal dari cadangan makanan yang terdapat di dalam telur. Setelah tiba waktunya dilahirkan, anaknya akan keluar dari tubuh induknya. Contoh hewan ovovivipar adalah paus,ikan pari, dan beberapa jenis ular.

 

 

  1. 2.      Perkembangbiakan secara tidak Kawin

Perkembangbiakan secara tidak kawin hanya terjadi pada hewan-hewan tingkat rendah. Perkembangbiakan secara tidak kawin dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :

  1. a.      Tunas

Perkembangbiakan dengan cara pembentukan tunas antara lain terjadi pada Hydra. Hydra merupakan hewan yang tidak bertulang belakang. Hydra hidup pada air tawar. Pada tubuh Hydra dewasa akan muncul tonjolan. Tonjolan tersebut akan terus tumbuh dan membesar. Ketika setelah cukup besar, tunas itu akan terlepas dari tubuh induknya. Tunas yang terlepas akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.

  1. b.      Fragmentasi

Fragmentasi adalah perkembangbiakan yang berasal dari potongan tubuhnya sendiri. Contoh hewan yang berkembang biak dengan cara fragmentasi adalah planaria. Cacing planaria merupakan cacing pipih.

 

  1. C.      Perkembangbiakan  pada Tumbuhan
    1. 1.      Perkembangan secara kawin (generatif)

Perkembangbiakan secara generatif adalah perkembangbiakan secara perkawinan. Alat perkawinan tumbuhan berupa bunga. Perkembangbiakan secara kawin pada tumbuhan dimulai dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah bertemunya serbuk sari (sel kelamin jantan) dan kepala putik (sel kelamin betina).

 

  1. 2.      Perkembangbiakan Tidak Kawin (vegetatif)
    1. a.      Perkembangbiakan vegetatif alami

Cara berkembangbiak melalui daun, akar tinggal, umbi lapis, umbi batang, tunas, dan geragih.

Daun

Tanaman yang berkembangbiak dengan daun adalah cocor bebek. Pada tepi daun akan tumbuh tunas.

 

Tunas

Tanaman yang berkembangbiak dengan tunas adalah pisang.

 

Akar tinggal

Akar yang tumbuh mendatar di dalam tanah. Contohnya jahe.

 

Umbi

Tanaman yang berkembangbiak dengan umbi lapis adalah bawang merah, sedangkan yang berkembangbiak dengan batang adalah kentang.

 

Geragih

Geragih adalah batang yang beruas-ruas yang menjalar.  Contohnya stroberi.

 

  1. b.      Perkembangbiakan vegetatif buatan

Perkembangbiakan yang dilakukan oleh manusia dengan tujuan memperoleh tanaman yang mempunyai sifat seperti tanaman induknya. Beberapa cara perkembangbiakan vegetatif yaitu :

Mencangkok

Tujuan mencangkok adalah mendapatkan individu baru yang memiliki sifat sama persis dengan induknya. Selain itu, mencangkok dilakukan agar tumbuhan cepat berbuah. Contohnya mangga, jambu, jeruk.

 

Setek

Memotong bagian tanaman seperti batang, akar, dan daun untuk menghasilkan tanaman baru. Contohnya tanaman singkong.

 

Mengenten (menyambung)

Mengabungkan batang bawah dan atas dari tanaman yang berbeda sehingga diperoleh tanaman baru. Contohnya terung dengan tomat.

 

 

 

Merunduk

Membengkokkan sebagian cabang tanaman kemudian memebenamkan ke dalam tanah. Contohnya apel, arbei, bung bugenfil.

 

Menempel

Dilakukan untuk menggabungkan dua sifat tanaman yang berbeda. Contohnya jeruk,avokad, rambutan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s